Kamis, 26 April 2018

Meningkatnya Kualitas Mesin Bajak Sawah

Pertanian adaalah salah satu mata pencaharian masyarakat di Indonesia, maka jangan heran jika negara Indonesi disebut negara agraris karena memiliki lahan pertanian yang subur. Dan semakin berkembangnya zaman, juga jangan heran jika bidang pertanian memiliki peningkatan yang pesat dengan berbagai macam teknologi yang ada di bidang pertanian. Di dalam bidang pertanian, para petani sudah dikenalkan dengan adanya teknologi pertanian yang dapat membantu pekerjaan para petani. Bisa kita ketahui, bahwa teknologi sekarang yang ada di dalam bidang pertanian adalah traktor, traktor adalah salah satu jenis mesin bajak sawah. Sebelum masuk ke topik pembahasan, kita akan membahas sekilas dulu mengenai bajak. Sudah tidak asing lagi bukan dengan kata bajak? Oke, pengertian bajak adalah sebuah alat di bidang pertanian yang berfungsi untuk menggemburkan tanah sebelum melakukan penanaman dan penaburan benih, juga merupakan salah satu alat paling sederhana dan berguna dalam sejarah. Sudah paham kan sekarang? Awalnya orang membajak sawah itu menggunakan cangkul, cangkul digunakan untuk membuat alur tanam untuk menanam benih. Dan akhirnya hingga beralih menggunakan dua hewan yang bersampingan. 

harga mesin bajak sawah bekas, mesin bajak sawah mini, harga mesin bajak sawah mini, bajak sawah modern, video traktor bajak sawah, traktor sawah quick, traktor sawah yanmar, traktor sawah mini,
Tranformasi dari bajak hewan ke Mesin Bajak Sawah Modern


Tak lepas juga dari perkembangan berikutnya yang menemukan mesin uap yang serba bisa, bisa dikatakan multi fungsi, yang dapat digunakan di berbagai tempat. Kendaraan ini akhirnya digunakan untuk menarik mesin bajak sehingga kualitas dalam menggunakan dua hewan dalam membajak pun semakin berkurang. Semakin berkurang penggunaan dua hewan, semakin pula meningkatnya kualitas mesin bajak sawah. Seiring peningkatan kekuatan mesin traktor, jumlah baris yang mampu ditarik oleh traktor semakin bertambah, desain bajak semakin berat untuk menambah kedalaman dalam proses pembajakan, dan implement bajak digabungkan dengan garu, penanam benih, dan pemberi pupuk sehingga pekerjaan di lahan usaha tani menjadi lebih efisien.


Banyak dari antara para petani yang sudah beralih ke alat yang lebih modern, lebih canggih, dan lebih praktis, lama kelamaan mereka meninggalkan cara membajak sawah menggunakan dua hewan dan beralih ke mesin bajak sawah. Semaking meningkatnya kualitas mesin bajak, juga semakin mahal harga mesin bajak sawah, mungkin sekitar belasan juta, puluhan juta, bahkan hingga ada yang mencapai ratusan juta hanya untuk mendapatkan kualitas padi atau beras yang di produksi. 


Tahu tidak? Ada beberapa perbedaan yang menonjol antara ketika membajak sawah menggunakan hewan kerbau dan menggunakan mesin bajak sawah atau traktor.yang pertama kita akan membahas kelebihan dan kekurangan membajak dengan hewan. Kelebihannya adalah tidak menimbulkan polusi, tidak memerlukan bahan bakar, dan ramah lingkungan. Kekurangannya adalah hasil tanah yang dibajak tidak sebaik ketika menggunakan traktor, harus memiliki hewan ternak dan harus pandai-pandai merawatnya. Selanjutnya adalah membahas kelebihan dan kekurangan membajak dengan traktor. Kelebihannya adalah hasil tanah yang dibajak lebih baik jika dibandingkan dengan hasil bajak dengan hewan, pekerjaan jauh lebih cepat, mesin traktor lebih mudah dipergunakan dan praktis. Kekurangannya adalah menimbulkan polusi, dan menggunakan bahan bakar. Jika disimpulkan, di jaman sekarang lebih banyak yang menggunakan teknologi modern daripada teknologi yang lama. Mengapa demikian? Karena teknologi modern lebih canggih, lebih cepat dan tidak menghabiskan waktu lama dan hasilnya pun jauh lebih baik dan bagus daripada menggunakan teknologi yang lama. Nah, itulah pembahasa pada artikel kali ini. Jadi intinya sih ada harga ada rupa. Artinya ketika ingin menghasilkan padi yang berkualitas baik juga harus ada modalnya. Modalnya apa? Modalnya adalah barang yang bisa membuat kualitas padi lebih baik secara cepat, efisien, dan praktis.